Mengenal 5 Cara Menghilangkan Kutek Kuku dengan Mudah 

Menurut sebagian wanita, kutek kuku merupakan lambang mencintai sendiri dengan mempercantik penampilan jari. Tidak heran jika banyak wanita mengoles kutek kuku karena dipercaya bisa meningkatkan rasa percaya diri. 

Akan tetapi, kutek kuku memiliki masa tahan yang tidak lama sehingga mudah mengelupas. Tentu hal ini membuat wanita merasa kurang nyaman. Tenang saja, ada beberapa cara menghilangkan kutek kuku dengan mudah. Bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut ini. 

Kutek kuku

Kutek kuku yang juga dikenal sebagai cat kuku adalah pernis yang berfungsi untuk mempercantik kuku kaki atau tangan dan melindungi lempeng kuku. Cat kuku juga mampu untuk mencegah dari masalah kuku tertentu seperti kuku yang melunak dan mengelupas. Jadi, perawatan kuku atau kutek kuku tidak sekedar membuat kuku menjadi lebih cantik tetapi juga menjaga kesehatan kuku. 

Manfaat kutek kuku untuk kecantikan

Kutek kuku membuat penampilanmu menjadi lebih menarik karena warna-warni cantik yang membalut kuku. Akibatnya kamu akan merasa lebih percaya diri untuk tampil di depan banyak orang dan meningkatkan kesan di mata orang lain.

Selain untuk kecantikan, kutek kuku memiliki manfaat lain yang bisa kamu peroleh. Apa saja manfaatnya? Berikut beberapa manfaat kutek kuku:

  • Bisa memperbaiki kondisi kuku yang rusak. Tidak jarang wanita mengeluh dengan bentuk kuku yang kurang menarik bahkan rusak. Dengan mengoles cat kuku, keluhan tersebut bisa teratasi karena kuku tampak lebih cantik dipandang.
  • Memperbaiki label pada barang-barang. Kutek kuku juga bisa dimanfaatkan untuk barang-barang yang kamu miliki seperti tas, koper, dan barang lain yang memiliki label. Dengan mengoles kutek kuku pada label akan membantu label barang lebih terawat.
  • Stocking lebih awet. Stocking yang digunakan terus menerus akan mudah melar. Solusinya, oleskan cat kuku bening pada ujung stocking. Ini akan membantu stocking tidak mudah melar dan menjadi lebih awet.
  • Mempercantik tali sepatu. Jika tali sepatu kamu mulai usang, oleskan kutek kuku bening pada tali sepatu agar terlihat bersinar dan seperti baru.

5 Cara menghilangkan kutek kuku dengan mudah

Kutek kuku susah dihilangkan? Tenang saja, berikut adalah cara menghilangkan kutek kuku dengan mudah.

  1. Hidrogen peroksida

Zat ini telah dikenal baik untuk menghilangkan manikur atau padikur dalam waktu cepat. Cara melunturkan kutek kuku dengan hidrogen peroksida adalah dicampur dengan air hangat. Rendam kuku sambil dipijat-pijat selama beberapa menit. Setelah itu bilas dengan air biasa hingga kutek kuku mengelupas sempurna.

  1. Pasta gigi

Pasta gigi mengandung etil asetat yang bisa menghapus kutek kuku dengan mudah. Cara melakukannya adalah dengan mengoles pasta gigi pada kuku, digosok dengan lembut, dan bilas hingga bersih.

  1. Lemon dan cuka

Kandungan pada kedua zat tersebut memiliki asam tinggi yang bisa menghilangkan kutek kuku. Cukup basahi kapas dengan lemon dan cuka, gosokkan kapas tersebut pada kutek kuku secara perlahan, dan kikir sisa kutek kuku hingga tidak ada bekas kutek kuku sama sekali.

  1. Baking soda

Ternyata baking soda juga bisa membantu melunturkan kutek kuku, loh. Caranya adalah dengan menaburkan baking soda pada kutek kuku yang ingin dihilangkan. Kemudian gosok kutek kuku dengan sikat gigi atau handuk basak. Lakukan tersebut hingga kutek kuku menghilang.

  1. Hairspray

Hairspray memiliki kandungan alkohol yang baik untuk menghilangkan kutek kuku. Hilangkan kutek kuku dengan menyemprotkan hairspray dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu bersihkan dengan kapas atau tisu.

Nah, bagaimana kamu sudah tahu kan cara menghilangkan kutek kuku? Demikian penjelasan mengenai cara-cara menghilangkan kutek kuku dengan mudah.

Pil KB Untuk Jerawat: Apakah Aman?

Pil KB merupakan alat kontrasepsi yang digunakan oleh wanita untuk mencegah kehamilan. Namun, beberapa orang percaya bahwa penggunaan pil KB untuk jerawat terbukti efektif. 

Sebagian besar orang, terutama wanita tentu pernah mengalami timbul jerawat pada kulit. Hal tersebut tentu saja akan mengurangan kepercayaan diri sehingga segala cara akan dilakukan untuk mengatasi jerawat.

Lalu, apakah pil KB benar-benar efektif untuk pengobatan jerawat? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mitos dan Fakta Pil KB untuk Jerawat

Sebagai alat kontrasepsi untuk menghambat kehamilan, beberapa wanita enggan mengonsumsi pil KB karena dianggap dapat menimbulkan jerawat. Faktanya, mengonsumsi pil KB dapat membantu mengurangi reaksi peradangan, menurunkan tingkat keparahan jerawat hingga mengurangi kekambuhan atau flare-ups.

Jerawat hormonal juga timbul dalam bentuk komedo, nodul, atau lesi seperti kista akibat dari produksi minyak dan sebum berlebih oleh kelenjar sebasea pada kulit. Sebum yang berlebih dapat menyumbat pori-pori yang terdapat sel kulit mati dan kotoran yang menyebabkan timbulnya jerawat karena infeksi bakteri.

Beberapa penyebab lain timbulnya jerawat antara lain:

  • Efek samping penggunaan obat-obatan
  • Menggunakan jenis make-up yang tidak cocok dengan kulit
  • Perubahan hormonal ketika pubertas dan dewasa (jerawat hormonal)

Manfaat Pil KB untuk Jerawat

Masalah kulit yang umum dialami oleh semua orang ini dapat diatasi dengan berbagai cara, mulai dari penggunaan bahan alami hingga pengobatan dokter. Salah satu cara mengatasi jerawat yang populer adalah dengan menggunakan pil KB. Namun, sebagian orang percaya bahwa pil KB dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Pil KB untuk jerawat mungkin efektif karena terdapat kombinasi hormon estrogen dan progesteron dalam pil kontrasepsi yang berfungsi untuk menghambat hormon alami dalam tubuh. Produksi minyak berlebih merupakan salah satu penyebab timbulnya jerawat.

Produksi minyak (sebum) dipicu oleh hormon androgen, yaitu hormon seks seperti testosteron pada wanita. Apabila hormon androgen terlalu aktif, maka produksi sebum juga meningkat dan dapat menyumbat pori-pori yang akhirnya menyebabkan timbulnya jerawat.

Karena pil KB mengandung hormon yang membantu menurunkan kadar androgen sehingga dapat mengendalikan produksi sebum dan mencegah timbulnya jerawat. Meskipun begitu, obat ini hanya dapat dikonsumsi sesuai dengan instruksi dokter dan tidak semua jenis pil KB akan berefek pada kulit, terutama untuk mengatasi jerawat.

Jenis Pil KB untuk Jerawat

Ada tiga jenis pil KB yang dapat digunakan sebagai obat jerawat. Ketiganya telah terbukti efektif untuk mengatasi jerawat dengan tingkat keparahan sedang. Meskipun ketiga jenis ini mengandung hormon estrogen yang sama, kandungan progesterone pada ketiga pil KB tersebut berbeda.

Berikut adalah jenis pil KB yang direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi jerawat:

  • Ortho Tri-Cyclen, menggabungkan estrogen dan progesterone sintesis (progestin)
  • Estrostep, mencampurkan estrogen dengan dosis yang berbeda dan progestin yang disbeut dengan norethindrone
  • YAZ, gabungan estrogen dengan progestin yang disebut sebagai drospirenone

Satu jenis pil KB mungkin tidak akan memberikan efek yang sama pada setiap orang karena tingkat hormon setiap wanita berbeda-beda, jadi penggunaan pil KB untuk jerawat menyesuaikan kondisi setiap wanita.

Risiko Konsumsi Pil KB

Walaupun terbukti efektif untuk mengtasi jerawat, ada beberapa risiko dalam penggunaan pil KB, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Serangan jantung dan stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Nyeri payudara
  • Penggumpalan darah di kaki atau paru-paru
  • Perubahan suasana hati

Tips Atasi Jerawat dengan Pil KB

Mengatasi jerawat dengan pil KB sama seperti menggunakan pengobatan yang lain. Kamu hanya perlu menghindari pantangannya dan mengikuti instruksi dokter. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam mengatasi jerawat dengan pil KB:

  • Konsumsi obat sesuai dengan instruksi dokter
  • Rutin melakukan konsultasi dengan dokter kulit
  • Bersabar dalam merawat kulit
  • Segera hubungi dokter jika mengalami tanda efek samping

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai penggunaan pil KB untuk jerawat. Selain konsumsi obat, dokter spesialis kulit mungkin akan merekomendasikan kombinasi pengobatan lain untuk mengatasi jerawat.

Cari Tahu Penyebab Kuning pada Bayi Baru Lahir

Kuning pada bayi baru lahir merupakan hal yang sering terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Kuning pada bayi bisa terjadi saat di kandungan, beberapa jam setelah dilahirkan, dan 2-7 hari setelah kelahiran. 

Tanda khusus bayi mengalami penyakit ini bisa dilihat dari warna kulit dan bagian mata putih berwarna kekuningan. Ikterik neonatorum merupakan istilah medis untuk menyebut penyakit ini. 

Mengetahui Penyebab Kuning pada Bayi Baru Lahir 

Penyebab kuning pada bayi baru lahir adalah karena kadar bilirubin dalam darah tinggi. Bilirubin merupakan pigmen kuning yang terdapat dalam sel darah merah. 

Kondisi ini bisa terjadi karena hati bayi belum cukup matang untuk bisa menyaring bilirubin dalam darah. Penyakit kuning bisa hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia dan asupan gizi yang mendorong perkembangan organ menjadi lebih sempurna. 

Dalam suatu studi, diperkirakan dari setiap 10 bayi baru lahir 6 diantaranya mengalami penyakit kuning. Risikonya menjadi lebih tinggi pada bayi lahir prematur dengan perbandingan 10:8.

Penyakit kuning yang terjadi pada kebanyakan bayi biasanya tidak memerlukan perawatan khusus dan akan hilang dengan sendirinya sekitar 2-3 minggu setelah lahir. 

Namun, pada beberapa kasus kuning pada bayi membutuhkan perawatan dan pengobatan khusus. Jika dibiarkan, bisa membawa masalah serius pada kesehatan, seperti terjadinya komplikasi dan  juga kerusakan otak permanen atau kernikterus. 

Selain belum sempurnanya fungsi hati untuk melakukan metabolisme tubuh, ada beberapa penyakit lain  yang mendasari terjadinya kuning pada bayi, di antaranya adalah sebagai berikut: 

  • Mengalami kelainan hati seperti terjadi kerusakan hati
  • Bayi mengalami infeksi saluran kandung kemih 
  • Kekurangan enzim tertentu atau disebut dengan defisiensi 
  • Kantung empedu tersumbat atau terjadi masalah pada saluran dan kantung empedu 
  • Terjadinya sepsis, yaitu infeksi pada darah bayi 
  • Terjadi pendarahan dalam tubuh 
  • Terjadi masalah pencernaan pada bayi 
  • Kelainan sel darah merah pada bayi yang menyebabkan sel darah merah cepat rusak 
  • Rhesus atau ketidakcocokan golongan darah antara bayi dengan ibu  
  • Bayi mengalami sindrom Crigler – Najjar 

Selain beberapa penyebab di atas, masih ada faktor lain bayi kuning, yaitu bayi lahir prematur <37 minggu, berat badan bayi kurang <2500 gram, pemberian ASI atau susu formula kurang, terjadi infeksi selama kehamilan akibat bakteri atau virus, dan metode induksi saat melahirkan. 

Gejala Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir 

Gejala penyakit ini bisa dilihat dari warna kulit bayi yang berubah menjadi kekuningan. Perubahan warna mulai muncul dan dapat dilihat dari wajah kemudian menyebar ke area dada, perut, kaki, hingga telapak kaki. 

Bayi yang mengalami gejala parah akan terlihat lemas dan tidak mau menyusu. Selain gejala tersebut, masih ada beberapa gejala yang bisa menjadi indikasi parah atau tidaknya penyakit kuning pada bayi seperti berikut ini: 

  • Urine bayi berwarna kuning gelap 
  • Telapak tangan dan kaki serta bagian mata berwarna kuning 
  • Bayi lebih sering tidur hingga 16 jam sehari 
  • Bayi menolak ASI atau susu dan ketika minum hisapannya lambat 
  • Feses bayi berwarna pucat 

Jika terjadi gejala lain dan kondisi bayi kuning semakin buruk, kamu harus waspada karena penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain, seperti ensefalopati akut dan kernicterus yang menyebabkan kerusakan sel otak permanen. 

Cara Mengatasi Kuning pada Bayi Baru Lahir 

Penyakit kuning ringan pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya. Salah satu cara mengatasi kuning pada bayi baru lahir adalah dengan melakukan pemeriksaan khusus ke dokter spesialis anak atau rumah sakit. 

Hasil pemeriksaan akan menunjukkan langkah perawatan dan pengobatan yang tepat. Pada kasus penyakit kuning sedang hingga berat bisa menyebabkan kerusakan sel otak permanen dan pendengaran bayi. 

Cara mengatasi  kuning pada bayi baru lahir di rumah: 

  • Menjemur bayi di pagi hari. Waktu yang tepat menjemur bayi adalah jam 7 pagi di mana sinar matahari tidak terlalu panas. Buka baju bayi, lindungi bagian mata bayi dari sinar matahari atau posisikan bayi tengkurap. Jemur selama 10 – 15 menit setiap hari. 
  • Beri ASI sesering mungkin minimal bayi mendapat ASI sebanyak 8-12 kali sehari supaya bayi lebih sering buang air besar untuk mengeluarkan bilirubinnya. 
  • Jika bayi minum susu formula, berikan susu sebanyak 30-60 ml setiap 2-3 jam setiap hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah kenaikan kadar bilirubin dalam darah. 

Ketika bayi mengalami gejala kuning, cek kondisinya secara berkala terutama pada bagian mata dan kulit. Jika kondisi kuning pada bayi baru lahir tidak membaik setelah 14 hari, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.