Bisa Menurunkan Berat Badan, Simak Manfaat Ubi Jalar Lainnya!

manfaat ubi jalar untuk kesehatan

Tidak hanya kentang yang menyumbang manfaat untuk tubuh, manfaat ubi jalar juga segudang yang bisa menyehatkan tubuh kamu. Ternyata, ubi jalar dengan nama lain Sele bun ini mengandung nutrisi yang lebih baik dibanding kentang, lho. 

Yuk, kenali manfaat ubi jalar bagi kesehatan tubuhmu! Berikut adalah manfaat ubi jalar yang kamu peroleh jika kamu mengonsumsi ubi jalar secara rutin.

Apa itu ubi jalar?

Ubi jalar atau ketela rambat dengan nama latin Ipomea Batatas merupakan sejenis tanaman budidaya yang memanfaatkan bagian akar berbentuk umbi dengan kadar gizi melimpah. Selain di Indonesia, ubi jalar sangat populer bagi masyarakat Afrika bahkan dijadikan sebagai salah satu sumber pokok penting. 

Kelompok tanaman berjenis umbi sangat bervariasi di Indonesia yaitu Daya, Prambanan, Borobudur, Mendut, Kalasan, Sari, Boko, Sukuh, Jago, Sewu, Cangkuang, Kidal, Solosa, Papua Pittipi, dan Cilembu. Ubi cilembu merupakan salah satu jenis ubi yang banyak digemari masyarakat Indonesia karena rasanya lebih manis dari jenis ubi lainnya. 

Kandungan gizi dalam ubi jalar

Selain rasanya yang dikenal nikmat, ubi jalar memiliki kandungan gizi yang berlimpah ruah. Berikut kandungan nutrisi pada 100 gram ubi jalar yang bisa kamu temukan:

  • Air : 61,9 gram
  • Protein : 1,6 gram
  • Kalsium : 29 gram
  • Karbohidrat : 35,4 gram
  • Energi : 151 kalori
  • Fosfor : 74 miligram
  • Lemak : 0,7 gram
  • Serat : 2,5 gram
  • Besi : 0,7 gram
  • Natrium : 92 miligram
  • Tembaga : 0,30 miligram
  • Kalium : 565,6 milgram
  • Niasin : 0,7 miligram
  • Vitamin C : 11 miligram
  • Seng : 0,5 miligram 
  • Vitamin B1 : 0,13 miligram
  • Karoten : 1.208 mikrogram

Berbagai manfaat ubi jalar bagi kesehatan

Dengan kandungan di atas yang sangat banyak, tidak heran jika masyarakat begitu menyenangi makan ubi jalar. Rasa mantap, gizi berlimpah. Apa saja manfaat ubi jalar untuk kesehatanmu? Simak di bawah ini:

  1. Mampu mengontrol gula darah

Ubi jalar memiliki indeks glikemik rendah yang dimana tingkat perpindahan ubi jalar ke gula darah terbilang tidak tinggi. Kandungan serat yang tinggi juga membantu mengendalikan gula darah pemicu penyakit diabetes. 

Hal ini ditunjukkan oleh sebuah riset yang menemukan bahwa seseorang yang rutin mengonsumsi serat cenderung memiliki risiko rendah terkena diabetes.

  1. Memperkecil kemungkinan kanker

Kandungan antioksidan yang tinggi pada ubi jalar berpeluang besar menyelamatkan kamu dari penyakit kanker. Penyakit ganas ini dikalahkan oleh anthocyanin, pigmen dalam ubi jalar, yang bisa mengurangi kecepatan kemungkinan tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. 

Selain itu, sebuah penelitian menginvestigasi bahwa antioksidan pada ubi jalar berpotensi mengurangi risiko berkembangnya sel kanker kolorektal. 

  1. Menyehatkan sistem pencernaan

Kandungan serat dalam ubi jalar tidak hanya membantu mengontrol gula darah, tetapi juga bisa menyehatkan sistem pencernaan kamu. Ubi jalar yang berserat tinggi dapat menghindarkan kamu dari sembelit dan kanker usus besar. 

Ditambah lagi kandungan kaya antioksidan di dalamnya juga berperan merangsang pertumbuhan bakteri baik bagi usus. Semakin besar jumlah bakteri baik di usus, semakin rendah risiko mengalami sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome

  1. Memperkecil kadar kolesterol

Jika kamu memiliki kolesterol tinggi dan khawatir salah pilih makanan, maka ubi jalar adalah solusinya. Ubi jalar merupakan salah satu makanan yang dapat menurunkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein

Tingginya kadar kolesterol jahat akan membahayakan tubuhmu serta bisa mengakibatkan peningkatan risiko penyakit seperti jantung koroner, stroke, dan vaskular periferal. Namun kamu tidak perlu khawatir, merutinkan mengonsumsi ubi jalar dapat mengurangi risiko penyakit-penyakit berbahaya tersebut. 

Ubi jalar untuk diet

Tahukah kamu jika ubi jalar bisa menurunkan berat badan? Jika kamu sedang menjalankan program diet dan menghindari nasi putih, makan ubi jalar adalah pilihan yang tepat. Ubi jalar memiliki kandungan tepung baik yang dapat menghilangkan nafsu lapar dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Selain itu, ubi jalar menyimpan kandungan air yang tinggi. Menurut studi, kandungan air pada ubi jalar bisa mencapai 77 persen. Sehingga dapat membuatmu kenyang lebih lama. 

Faktor lainnya yang menjadikan ubi jalar cocok untuk diet adalah memiliki kadar kalori yang rendah. Jumlah kalori tersebut sangat cocok sebagai pengganti cemilan saat kamu sedang bersantai.

Kalori ubi jalar rebus

Menghitung kalori adalah sebuah kewajiban bagi orang-orang yang sedang menjalankan diet. Ubi jalar sering digadang-gadangkan sebagai pengganti ideal makanan berat maupun cemilan bagi yang ingin menurunkan berat badan. 

Jumlah kalori pada ubi rebus terbilang sangat rendah. Pada 100 gram ubi rebus terdapat kurang lebih 100 kalori. Dengan mengonsumsi ubi rebus sebagai pengganti makanan berat lainnya, ubi rebus bisa mendorong terjadinya penurunan berat badan. Seperti diketahui bahwa prinsip berhasilnya program penurunan berat badan adalah mengonsumsi makanan rendah kalori. 

Tips mengonsumsi ubi jalar

Pasti banyak yang mengira jika ubi harus dikupas kulitnya sebelum dimasak dan dimakan. Padahal kulit ubi yang sudah dimasak berperan penting pada kesehatan, lho. 

Menurut penelitian, cara yang paling benar mengonsumsi ubi adalah makan ubi serta kulitnya. Kamu tidak perlu mengupas habis kulit ubi jalar karena di dalamnya terkandung serat dan antioksidan. 

Ahli diet olahraga dari San Francisco mengungkapkan, cara terbaik untuk memasak ubi jalar adalah memanggang, mengukus, dan merebus. Cara-cara tersebut mampu mempertahankan kualitas gizi dalam ubi jalar. 

Selain itu, kamu juga bisa membuat smoothie menggunakan ubi jalar yang bisa kamu kombinasikan dengan susu kedelai, bubuk protein, atau minyak zaitun. Smoothie ubi jalar sangat cocok sebagai sarapan pagimu.  

Nah, itu adalah penjelasan mengenai ubi jalar serta manfaat ubi jalar yang sangat melimpah. Rupanya manfaat ubi jalar tidak kalah saing dengan jenis makanan lainnya  Yuk, mulai saat ini rutinkan konsumsi ubi jalar!